Sabtu, 21 Maret 2009

Pemanfaatan Komputer Dalam Bidang Perbankan dan Bisnis

-Dalam Bidang Perbankan

Dewasa ini, pemanfaatan teknologi merupakan suatu keharusan bagi dunia perbankan, karena dalam banyak hal peranannya sangat potensial dalam pengembangan dan penyediaan berbagai produk baru/fasilitas pelayanan jasa perbankan. Penggunaan teknologi tersebut mempunyai resiko yang besar. Resiko ini dapat terjadi akibat perencanaan yang kurang baik, proses pengembangan yang kurang cermat, maupun resiko pada saat pengoperasian. Electronic Fund Transfer (EFT) merupakan salah satu contoh inovasi yang mendasar dalam teknologi sistem informasi (TSI) di bidang perbankan. Contoh daro produk-produk EFT antara lain meliputi Automated Teller Machine (ATM), Point of Sales (POS), Electronic Home Banking (biasa disebut sebagai Internet Banking), dan Money Transfer Network. Dalam rangka terjadinya perkembangan di atas, maka Bank Indonesia mengeluarkan regulasinya pada tahun 1995. Regulasi itu dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 27/164/KEP/DIR dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 27/9/UPPB tentang Penggunaan Teknologi Sistem Informasi Perbankan keduanya tanggal 31 Maret 1995. Bersamaan dengan itu, Bank Indonesia juga mengeluarkan buku Panduan Pengamanan Penggunaan Teknologi Sistem Informasi Oleh Bank sebagai lampiran dari SKDBI dan SEBI tersebut. Di dalam bab I buku panduan tersebut disebutkan bahwa dalam rangka penggunaan TSI terdapat resiko yang bersifat teknis dan khusus, yang berbeda dengan penggunaan sistem manual. Resiko yang dimaksud adalah: 1. resiko yang dapat terjadi dalam tahap perencanaan dan pengembangan sistem 2. resiko kekeliruan pada tahap pengoperasian 3. resiko akses oleh pihak yang tidak berwenang 4. resiko kerugian akibat terhentinya operasi TSI secara total atau sementara sehingga mengganggu kelancaran operasional bank 5. resiko kehilangan/kerusakan data. Informasi merupakan assett yang sangat berharga bagi bank, mengingat bahwa bank merupakan lembaga kepercayaan. Oleh karena itu, pengamanan terhadap informasi tersebut baik dari penyalahgunaan yang disengaja ataupun pengungkapan informasi yang tidak bertanggung jawab serta bentuk-bentuk kecurangan lainnya sangat diperlukan. Dalam bab V buku panduan tersebut disebutkan bahwa desain pengamanan sistem informasi perlu disusun sedemikian rupa sehingga dapat: 1. memastikan integritas dan ketepatan waktu sistem informasi manajemen 2. mencegah perubahan oleh pihak yang tidak berwenang pada saat pembuatan, transfer dan penyimpanan data 3. menjamin kerahasiaan dan sensivitas informasi bank 4. menjamin keabsahan akses oleh pengguna 5. menjamin tersedianya sistem backup dan kemampuan recovery 6. menjamin pengamanan fisik terhadap kerusakan informasi 7. menjamin tersedianya jejak audit yang memadai. Yang menarik adalah diberikannya contoh teknik kontrol terhadap pengamanan informasi tersebut, yakni enkripsi data (data encryption), keabsahan transmisi informasi (message authentication), perangkat lunak pengaman (security software) serta retensi dan backup data. Lebih lanjut juga disebutkan bahwa teknik keabsahan transmisi informasi (message authentication) akan lebih bermanfaat bila digunakan bersamaan dengan penerapan enkripsi data. Dalam bab VI yang berjudul Panduan Pengamanan Pelayanan Jasa Perbankan Elektronis disebutkan bahwa dalam sistem pelayanan jasa perbankan elektronis pada dasarnya terdapat beberapa tahapan pokok yang masing-masing memerlukan perhatian khusus dalam hal kontrol dan pengamanannya, yaitu tahap-tahap identifikasi, verifikasi, transfer dana, serta penyelesaian/settlement. Yang mendapat perhatian besar bagi tulisan ini adalah tahap identifikasi. Pemberian identifikasi kepada nasabah dapat diberikan dalam bentuk karakteristik personal (sidik jari, suara), sesuatu yang diingat (password, nomor rahasia/PIN, sandi-sandi lain) atau dalam bentuk fisik yang dapat dimasukkan ke dalam sistem (Kartu Plastik yang dilengkapi dengan pita magnetis/Kartu Magnetis, Kunci Khusus, atau identitas fisik lain). Namun demikian, dalam buku panduan itu disebutkan bahwa dengan mempertimbangkan kemudahan, efektivitas serta faktor biaya, tampaknya identifikasi dalam bentuk kombinasi Kartu Magnetis yang memuat informasi penting pemegang serta Password/PIN merupakan pilihan yang paling populer digunakan. Pernyataan seperti itu lebih mengacu pada transaksi dengan menggunakan ATM. Padahal, untuk ATM, diberikan pembahasan khusus secara teknis dalam buku panduan tersebut. Penerapan metode tersebut dalam kaitannya dengan transaksi melalui Internet Banking justru tidak pernah diterapkan. Yang ada bukanlah kombinasi Kartu Magnetis dengan PIN, melainkan penggunaan PIN saja. Hal tersebut dirasakan kurang memadai, karena hanya merupakan metode “sesuatu yang diingat”, yang mana akan mudah diketahui oleh orang lain bila suatu waktu PIN itu dicatat di suatu tempat ataupun diucapkan oleh orang tersebut. Oleh karena itu, dalam tulisan ini diberikan suatu masukan bagi semua pihak (terutama Bank Indonesia) agar pelaksanaan Internet Banking dalam penerapannya tidak hanya menggunakan metode PIN, melainkan menggunakan metode tanda tangan digital (digital signature), yang mana metode ini akan dapat menjamin keabsahan akses oleh pengguna dan juga mencegah perubahan oleh pihak yang tidak berwenang pada saat transfer data.. Juga penggunaan tanda tangan digital ini akan meliputi pengamanan informasi dengan teknik enkripsi data (data encryption) dan keabsahan transmisi informasi (message authentication) yang digunakan secara bersamaan.


-Dalam Bidang Bisnis

Internet dalam bisnis digunakan untuk pertukaran informasi, katalog produk, media promosi, surat elektronik, bulletin boards, kuesioner elektronik, dan mailing list. Internet juga bisa digunakan untuk berdialog, berdiskusi, dan konsultasi dengan konsumen secara on-line, sehingga konsumen dapat dilibatkan secara proaktif dan interaktif dalam perancangan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan produk. Pemasaran lewat internet ada 2 metode, yaitu push dan pull marketing. Keunggulan strategi bisnis yang dapat diperoleh dari internet adalah komunikasi global dan interaktif; menyediakan informasi dan pelayanan sesuai dengan kebutuhan konsumen; meningkatkan kerja sama; memungkinkan untuk membuka pasar, produk, atau pelayanan baru; serta mengintegrasikan aktivitas secara on-line. Aplikasi Electronic Commerce ada 2, yaitu: Business-to-Consumer dan Business-to-Business Commerce. Pembayaran transaksi electronic commerce diatur dalam Sistem Electronic Funds Transfer, sedangkan keamanan datanya diatur oleh Secure Socket Layer yang dikembangkan menjadi Secure Electronic Transaction.

Jumat, 20 Maret 2009

Hacker

Zaman dulu, hacker identik dengan pecandu komputer yang suka begadang sampai pagi, coba berbagai cara untuk mencari kelemahan keamanan sebuah sistem. Stereotipe ini mungkin akan jadi karakter di film saja karena untuk menembus lubang keamanan, cukup sedia beberapa ratus dolar saja.

Anda tidak perlu belajar bertahun-tahun tentang TCP/IP, server side scripting atau cara kerja jaringan untuk melakukan infeksi terhadap komputer seeseorang. Cukup sediakan $700 dan beli satu skrip bernama Mpack, maka semua tugas itu akan dilakukannya. Bayangkan, bulan juni lalu 80,000 website dikerjain oleh kode-kode yang berhubungan dengan Mpack. Dalam satu serangan. Dan tentu, tidak diperlukan keahlian teknis untuk mengoperasikannya. Anda cukup tahu di mana membelinya.

Program ini juga menawarkan update secara regular, guna mengetahui kebocoran-kebocoran program yang terbaru. Menurut Paul Henry dari Secure Computing, jumlah perangkat hacking yang didownload meningkat hingga lebih dari 68,000 download. Program-program seperti Mpack, Shark2, Nuclear, Web Attacker dan IcePack dapat dibeli, sehingga memberi fasilitas kepada siapa saja yang membutuhkan. Anak-anak, jangan mencoba ini di rumah!

Bagaimana mengamankan situs web Anda dari Mpack? Meskipun beberapa perusahaan antivirus sedang bekerja keras untuk riset kelakuan Mpack ini, tapi tentu pembuatnya juga melakukan riset untuk mencari cara yang lain. Berikut beberapa tips sederhana untuk mengurangi resiko Mpack.

  • Mpack dapat menjalankan exploitnya jika Anda belum melakukan update (patch), jadi pastikan program Anda memperoleh upgrade keamanan secara reguler.
  • Sebagian besar aplikasi akan melakukan update secara otomatis jika Anda mengijinkannya. Pastikan ini semua berjalan.
  • Ganti secara reguler password Anda. Hindari menginstal aplikasi web pada folder default, dan tentu saja, update aplikasi Anda dengan versi terakhir.
  • Coba layanan yang melaporkan jika ada perubahan terhadap website Anda (seperti changenotes.com). Kalau sempat, cek rutin setiap hari jika ada trafik yang berlebihan di web Anda.

Rabu, 18 Maret 2009

OSI

OSI

Sistem Operasi Interface Design Antara 1981-2009
Categories: Design, Operating Systems, User Interface Kategori: Design, Operating Systems, User Interface
52 52

Guia Antarmuka Pengguna Grafis (GUI untuk pendek) memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan hardware di komputer user friendly way.

Selama bertahun-tahun berbagai GUI's telah dikembangkan untuk berbagai sistem operasi seperti OS / 2, Macintosh, Windows, Linux, Symbian OS, dan banyak lagi.

Kami akan mengambil melihat evolusi antarmuka desain besar sistem operasi sejak 80's.

Saya harus menyebutkan bahwa artikel ini hanya menampilkan kemajuan yang signifikan dalam desain GUI (bukan kemajuan sistem operasi) dan juga tidak semua yang grafis antarmuka pengguna dan sistem operasi yang ada sekarang.

GUI pertama dikembangkan oleh para peneliti di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) di'70s. This research opened a whole new era of computer graphic innovations. Penelitian ini membuka era baru seluruh komputer grafis inovasi.

Komputer pribadi pertama yang menggunakan antarmuka pengguna grafis modern adalah Xerox Alto, dikembangkan pada tahun 1973. This was not a commercial product and was intended mainly for research at universities. Hal ini bukan merupakan produk komersial dan dimaksudkan terutama untuk penelitian di perguruan tinggi.

1981-1985

Xerox 8010 Star (released in 1981) Xerox Star 8010 (dirilis pada 1981)

Ini adalah sistem pertama yang disebut sebagai sepenuhnya komputer termasuk aplikasi dan GUI.a dikenal sebagai "The Xerox Star", kemudian diubah namanya "pandangan" dan kemudian diganti lagi ke "GlobalView".

Visi VisiCorp Aktif (dirilis pada 1984)

Pada visi adalah yang pertama desktop GUI dikembangkan untuk IBM PC.Sistem ini ditujukan kepada perusahaan-perusahaan besar dan datang dengan harga tinggi.The GUI made use of a mouse, it had a built-in installer and help system and it didn’t use icons. GUI dibuat menggunakan mouse, ia telah built-in installer dan membantu sistem dan tidak menggunakan ikon.

Sistem Mac OS 1.0 (dirilis pada 1984)

Sistem 1,0 adalah yang pertama sistem operasi GUI dikembangkan untuk Macintos.Mempunyai beberapa fitur dari sistem operasi yang modern, yang berbasis windows dengan ikon.Windows dapat dipindahkan sekitar dengan mouse dan file dan folder dapat disalin oleh seret dan menurun menuju lokasi target.

Amiga kerja 1.0 (dirilis pada 1985)

Ketika pertama kali diluncurkan, Amiga adalah dari waktu ke depan.GUI termasuk fitur seperti warna grafik (empat warna: hitam, putih, biru, orange), preemptive multitasking, suara stereo dan multi-negara ikon (dipilih dan unselected).